Skip to content
Kelas Gratis
Program
Transformasi Karier
Digital Marketing with AI

7 Bulan · Program Digital Marketing No. 1 di Indonesia

Coba Kelas Gratis
Data Analytics with AI

7 Bulan · Program Data Analytics No. 1 di Indonesia

Coba Kelas Gratis
Software Engineering with AI

8 Bulan · Belajar coding lebih cerdas dengan AI dan AWS

Coba Kelas Gratis
Sertifikasi Universitas
Institut Teknologi Bandung Data-Driven Decision Making

3 Bulan · Hybrid

Coba Kelas Gratis
Kembali ke Cerita Alumni
Kisah Ataka: Mantan Fashion Designer yang Sukses Switch Career Jadi System Analyst di Astra Daihatsu
Software Engineering career-switcher-23-29

Kisah Ataka: Mantan Fashion Designer yang Sukses Switch Career Jadi System Analyst di Astra Daihatsu

Ataka Shafia, mantan fashion designer berlatar Sistem Informasi, nekat switch career lewat RevoU FSSE dan kini menjadi System Analyst Intern di Astra Daihatsu Motor Head Office.

Bayangkan seorang desainer busana yang biasa memikirkan estetika kain dan pola pakaian di atas panggung fashion show, tiba-tiba duduk di depan layar laptop, membedah logika kode pemrograman, dan menganalisis sistem operasional sebuah perusahaan otomotif kenamaan.

Terdengar seperti dua dunia yang mustahil bersatu? Bagi Ataka Shafia, transisi ekstrem ini justru menjadi bukti bahwa batasan karier itu bisa ditembus dengan keberanian untuk terus belajar.

Ataka adalah seorang profil yang penuh kejutan. Meskipun memiliki latar belakang pendidikan Bachelor of Digital Business Innovation (double degree di bidang Sistem Informasi dan Bisnis), ia juga menyimpan sisi kreatif yang tinggi. Sebelum terjun ke industri IT, Ataka pernah belajar fashion design bahkan sukses memamerkan koleksi rancangannya sendiri di 3 event fashion show berbeda!

Kini, kombinasi unik antara logika bisnis, kreativitas, dan ketajaman teknis yang ia asah di program Full-Stack Software Engineering (FSSE) RevoU berhasil membawanya mendarat sebagai System Analyst Intern di Astra Daihatsu Motor Head Office.

"Bagi saya, perjalanan ini bukan untuk mengubah tujuan karier, tetapi memperkuat fondasi yang sudah ada. Memahami proses pengembangan sistem secara end-to-end adalah nilai tambah yang penting. Saya bisa melihat sebuah produk tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga paham bagaimana solusi tersebut diimplementasikan secara teknis."

Bagaimana kisah Ataka menaklukkan tantangan dunia coding standar industri, merombak strategi melamar kerja hingga memborong tawaran kerja, hingga perannya menjadi "jembatan" penting di Astra Daihatsu? Mari kita simak ceritanya!

Menyadari Standar Industri yang Jauh Lebih Luas

Berbekal latar belakang kuliah di Sistem Informasi, Ataka sebenarnya sudah tidak asing dengan dasar-dasar pemrograman dan database. Namun, begitu masuk ke kelas FSSE RevoU, ia mendapatkan tamparan realitas yang membuka matanya. Dunia software engineering ternyata jauh lebih luas dari apa yang diajarkan di bangku kuliah.

"Di RevoU aku baru sadar kalau menjadi software engineer itu bukan cuma tentang membuat kode yang asal berjalan. Aku belajar berbagai framework untuk frontend dan backend, menerapkan coding best practices, sampai bagaimana membangun aplikasi yang scalable dan maintainable sesuai standar industri."

Menghadapi kurikulum yang padat, Ataka membagikan satu survival tips utama yang membuatnya berhasil mencatatkan performa gemilang di kelas: jangan pernah malu bertanya. Memanfaatkan ekosistem RevoU yang diisi oleh fasilitator, Team Lead, dan instruktur yang suportif membantunya berkembang jauh lebih cepat dan membuat proses belajar yang berat menjadi terasa menyenangkan.

Suasana kelas Full-Stack Software Engineering di RevoU
Suasana kelas Full-Stack Software Engineering di RevoU.

Mengasah Soft Skill Lewat Simulasi Dunia Kerja

Transisi dari kelas RevoU Faculty menuju tahap persiapan karier di RevoU NEXT memberikan kesan mendalam bagi Ataka. Jika sebelumnya ia fokus penuh pada kemampuan teknis individual, di fase ini ia dituntut untuk mensimulasikan ritme kerja perusahaan yang sesungguhnya.

"Di RevoU NEXT kami mulai merasakan bagaimana rasanya bekerja dalam sebuah tim layaknya di perusahaan. Kami belajar berkoordinasi, membagi tugas sesuai peran, mengatur timeline, hingga menyelesaikan perbedaan pendapat secara profesional. Pengalaman ini menyadarkan aku kalau kemampuan teknis saja tidak cukup; kemampuan berkolaborasi dan komunikasi punya peran yang sangat besar."

Presentasi group project 'Kum Villa Management' di RevoU NEXT
Presentasi group project 'Kum Villa Management' selama fase RevoU NEXT.

Taktik Jitu: Lolos 6 Interview dan Kantongi 2 Offering Letter

Ketika mulai mencari kerja, Ataka tidak asal menyebar CV secara acak. Ia menerapkan strategi yang dipelajarinya di RevoU NEXT, yaitu strategic application approach. Daripada menggunakan satu dokumen template untuk semua perusahaan, ia memilih untuk membaca dengan teliti job description dari posisi yang ia incar (seperti System Analyst dan Project Management) lalu menyesuaikan isi CV-nya.

"Aku mengelompokkan posisi yang diincar, lalu menyesuaikan pengalaman, project, dan skill di CV agar benar-benar relevan dengan kualifikasi yang dicari perusahaan. Jadi, hampir setiap kali mengirim lamaran, CV-ku selalu mengalami sedikit pembaruan sesuai kebutuhan."

Strategi personalisasi ini terbukti sangat ampuh. Hanya dalam kurun waktu satu bulan pertama, dari 18 perusahaan yang ia lamar, Ataka sukses mendapatkan 6 panggilan interview dan langsung mengamankan 2 offering letter sekaligus! Atas performa luar biasa ekosistem karier ini, Ataka tanpa ragu memberikan nilai sempurna 10/10 untuk RevoU!

Ataka masuk jajaran pemenang CRACK Competition FSSE RevoU
Ataka masuk jajaran pemenang CRACK Competition di kelas FSSE RevoU.

Menjadi Penerjemah Dua Bahasa di Astra Daihatsu

Kini, Ataka menikmati perannya sebagai System Analyst Intern di divisi Export Import Astra Daihatsu Motor Head Office. Kesehariannya diisi dengan mempelajari alur bisnis (business flow), menganalisis sistem yang berjalan, melakukan requirements gathering bersama pengguna (user), hingga menyusun Business Requirements Document (BRD).

Di posisi inilah semua investasi belajarnya di RevoU terbayar lunas. Sebagai System Analyst, ia bertindak sebagai penerjemah yang harus menguasai dua bahasa: bahasa bisnis dari user dan bahasa teknis dari tim developer.

"Dari sisi bisnis, aku dapat memahami kebutuhan operasional perusahaan. Sementara dari sisi teknis, pemahaman tentang software development full stack yang aku dapat di RevoU membuat komunikasi dengan tim developer jadi jauh lebih efektif karena kami memiliki pemahaman teknis yang sama."

Profesi baru ini juga mengubah pola pikir Ataka secara personal. Jika dulu ia cenderung terburu-buru langsung memikirkan solusi, kini ia selalu terbiasa berpikir sistematis untuk membedah akar permasalahan terlebih dahulu sebelum merumuskan sebuah sistem baru.

Pesan Ataka: Rasa "Siap" Datang Setelah Melangkah

Sebagai penutup, Ataka memberikan satu pesan penyemangat bagi siapa saja yang memiliki latar belakang non-IT tradisional namun memiliki ketertarikan besar untuk masuk ke dunia teknologi:

"Jangan takut untuk mencoba. Tidak semua orang yang berkarier di dunia teknologi harus berasal dari jurusan Informatika atau memiliki pengalaman coding sejak lama. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar. Jangan menunggu sampai merasa 'siap' untuk memulai, karena rasa siap itu biasanya baru datang setelah kita berani mengambil langkah pertama. Terus belajar, konsisten, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada."