Di tingkat eksekutif, keberhasilan adopsi artificial intelligence tidak diukur dari seberapa canggih tools yang digunakan, melainkan seberapa jernih teknologi tersebut membantu para pemimpin mengambil keputusan strategis. Di tengah banjir data dan informasi operasional, tantangan terbesarnya adalah menyaring mana informasi yang benar-benar bernilai (signal) dan mana yang sekadar gangguan (noise).
Dilema ini dipahami betul oleh Ika Nugrahanti, seorang Strategic Enterprise Architect di Telkom Indonesia. Sebagai profesional yang bertanggung jawab atas arsitektur strategis organisasi, Ika melihat pentingnya memiliki kerangka kerja yang matang dalam memanfaatkan AI untuk mendukung jajaran kepemimpinan.
Hal inilah yang mendorong Ika untuk bergabung dalam program ITB x RevoU: Data-Driven & AI Decision Making for Leaders.
Mengubah Cara Berpikir: AI Sebagai Asisten, Manusia Tetap Menjadi Pemimpin Keputusan
"Ketika memutuskan untuk mengikuti program ini, saya sudah punya misi tentang apa yang ingin diambil. Rencananya, saya akan mendesain suatu sistem untuk membantu top management di tempat saya membuat keputusan yang lebih baik," jelas Ika.
Bagaimana Ika merumuskan ulang peran AI dalam proses decision making di tingkat enterprise? Mari kita simak pandangannya!
Salah satu pergeseran asumsi terbesar yang dirasakan Ika setelah mengikuti program ini adalah bagaimana memposisikan AI secara proporsional di dalam organisasi. AI bukan hadir untuk menggantikan peran manusia dalam mengambil arah kebijakan, melainkan sebagai pengungkit (amplifier) kapabilitas berpikir sang pemimpin.
"Asumsi yang berubah adalah bagaimana kita memposisikan AI secara tepat. Tidak terlalu bergantung pada AI, tetapi memposisikannya sebagai asisten yang justru meng-enhance kemampuan kita dalam membuat keputusan. Manusia tetap take lead dan menjadi pemimpin dari keputusan-keputusan tersebut," tegas Ika.
Dengan cara pandang ini, adopsi AI di tingkat organisasi dapat berjalan lebih terarah tanpa mengikis bobot intuisi dan pertimbangan strategis dari para eksekutif.
Memisahkan Signal dan Noise: Kunci Keputusan Bisnis yang Presisi
Selain reposisi peran AI, insight paling berharga yang didapatkan Ika berkaitan dengan kualifikasi informasi dalam proses pengambilan keputusan. Dalam praktiknya di industri, banyak keputusan bisnis berisiko keliru bukan karena kurangnya data, melainkan karena keputusan tersebut dibuat berdasarkan noise, informasi mentah yang terlihat dominan namun tidak memiliki nilai strategis.
"Yang sangat berharga adalah bagaimana memisahkan antara informasi yang real (signal) dengan noise. Selama ini pengalaman saya, banyak sekali keputusan yang justru diambil hanya karena dipengaruhi oleh noise, bukan informasi yang real," ungkapnya.
Melalui framework pengolahan data dan pengambilan keputusan yang dipelajari di program ITB x RevoU, Ika mendapatkan pendekatan yang lebih terstruktur untuk menyaring data operasional menjadi insight yang tajam dan kredibel.
Sinergi Akademisi & Praktisi: Nilai Beda Kurikulum ITB x RevoU
Bagi seorang eksekutif dengan latar belakang Enterprise Architecture, memilih program pengembangan diri memerlukan pertimbangan kurikulum yang komprehensif. Ika menyoroti bagaimana kolaborasi antara ITB dan RevoU memberikan nilai tambah yang jarang ditemukan di tempat lain.
"Yang membuat berbeda dan membuat saya tertarik dengan program ini adalah kurikulumnya, serta pembicara-pembicara yang dilibatkan. Ada perpaduan yang menarik antara akademisi dan juga praktisi, yang mungkin tidak banyak ditawarkan oleh program-program training lainnya," tutur Ika.
Kombinasi antara kedalaman teori akademis dan studi kasus nyata dari para praktisi industri menjadi landasan kuat bagi Ika untuk merealisasikan misinya merancang sistem decision support bagi top management Telkom Indonesia.
Ingin Tingkatkan Efisiensi Bisnis & Decision Making Tim Kamu Seperti Ika?
Siap membawa eksekusi produk dan keputusan bisnis kamu ke level berikutnya tanpa harus menambah beban headcount?
Bergabunglah di program Data-Driven & AI Decision Making for Leaders kolaborasi ITB x RevoU. Pelajari framework pengambilan keputusan berbasis data, otomasi alur kerja tingkat lanjut, dan langsung terapkan pada studi kasus nyata perusahaanmu!
Data-Driven & AI Decision Making for Leaders