Untuk memulai perjalanan di dunia data analytics, SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa yang harus kamu kuasai. Salah satu fungsi penting dalam SQL yaitu fungsi CONVERT.

Di SQL, fungsi CONVERT sering digunakan untuk mengubah tipe data dalam query. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua jenis Relational Database Management System (RDBMS) mendukung penggunaan fungsi CONVERT ini. 

Meskipun dapat digunakan di beberapa RDBMS yang umum seperti Microsoft SQL Server, MySQL, dan PostgreSQL, ada juga beberapa jenis RDBMS lain yang mungkin tidak memiliki fungsi CONVERT ini di dalam perangkat lunaknya. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami kompatibilitas dari RDBMS yang digunakan sebelum mengimplementasikan fungsi CONVERT.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang fungsi CONVERT SQL dan bagaimana

menggunakannya dalam analisis data sehari-hari.

Apa itu Fungsi Convert SQL?

Fungsi CONVERT SQL adalah fungsi bawaan yang digunakan untuk mengubah format tipe data dari satu jenis ke jenis lainnya.

Misalnya, kamu memiliki kolom tanggal di database yang disimpan dengan tipe data string, tetapi kamu perlu mengubahnya menjadi tipe data DATE untuk dianalisis lebih lanjut. Di sinilah

fungsi CONVERT diperlukan.

Mengapa Fungsi CONVERT SQL Penting?

Sebagai data analyst, kamu akan sering berhadapan dengan berbagai jenis data yang mungkin formatnya belum sesuai yang dibutuhkan. Adanya Fungsi CONVERT akan membantu dalam proses pembersihan dan persiapan data sebelum melakukan proses analisis data.

Selain itu, fungsi CONVERT juga berguna untuk mengubah format tampilan data, seperti mengubah format tanggal atau memformat angka dengan jumlah desimal tertentu.

Ada beberapa alasan mengapa tipe data perlu diubah saat kita akan melakukan analisis:

#1 Operasi matematika

Setiap tipe data memiliki aturan dan batasan sendiri untuk operasi matematika dan logika yang dapat dilakukan. 

Misalnya, operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian biasanya hanya bisa dilakukan pada tipe data seperti integer (bilangan bulat) dan float (bilangan pecahan). Jika kita mencoba melakukan operasi matematika pada tipe data yang tidak sesuai, seperti string, maka akan terjadi kesalahan.

#2 Penyimpanan memori

Tipe data juga mempengaruhi cara nilai-nilai tersebut disimpan di memori komputer. Setiap tipe data memiliki ukuran yang berbeda, yang menentukan berapa banyak ruang yang diperlukan untuk menyimpan nilai tersebut. 

Misalnya, tipe data integer biasanya membutuhkan lebih sedikit ruang dibandingkan dengan tipe data decimal yang memiliki presisi desimal yang lebih tinggi.

#3 Validitas dan konsistensi data

Tipe data membantu memastikan bahwa nilai-nilai yang disimpan dalam kolom atau variabel sesuai dengan jenis data yang diharapkan. 

Misalnya, kolom yang menyimpan tanggal harus menggunakan tipe data date, sehingga hanya tanggal yang valid yang dapat dimasukkan ke dalamnya. Dengan menggunakan tipe data yang sesuai, kita dapat memastikan validitas dan konsistensi data dalam basis data.

#4 Konversi tipe data

Dengan menggunakan fungsi CONVERT, data dapat diubah menjadi tipe yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa contoh perubahan tipe data yang bisa dilakukan adalah:

Konversi Tipe Data Teks:

  1. VARCHAR/CHAR menjadi INTEGER/FLOAT/DECIMAL

  2. VARCHAR/CHAR menjadi DATE/DATETIME/TIME

  3. VARCHAR/CHAR menjadi BOOLEAN

Konversi Tipe Data Numerik:

  1. INTEGER/FLOAT/DECIMAL menjadi VARCHAR/CHAR

  2. INTEGER/FLOAT/DECIMAL menjadi DATE/DATETIME/TIME

  3. Konversi Tipe Data Tanggal dan Waktu:

  4. DATE/DATETIME/TIME menjadi VARCHAR/CHAR

  5. DATE/DATETIME/TIME menjadi INTEGER/FLOAT/DECIMAL

Konversi Tipe Data Biner:

  1. BINARY menjadi VARCHAR/CHAR

  2. BINARY menjadi INTEGER/FLOAT/DECIMAL

  3. Konversi Tipe Data Boolean:

  4. BOOLEAN menjadi VARCHAR/CHAR

  5. BOOLEAN menjadi INTEGER/FLOAT/DECIMAL

Contoh Penggunaan CONVERT SQL untuk Konversi Tipe Data 

Dalam contoh ini, kita menggunakan tabel "Employees" (Pegawai) dan mengambil kolom "EmployeeName" (Nama Pegawai) dan "HireDate" (Tanggal Diterima). 

Kemudian, menggunakan fungsi CONVERT, kita mengonversi nilai "HireDate" ke berbagai tipe data dengan query dan output-nya sebagai berikut:

#1 Mengubah ke tipe data date

SELECT EmployeeName, CONVERT (date, HireDate) AS ConvertedHireDate
FROM Employees;

Copy

Output

#2 Mengubah ke tipe data time

Syntax

SELECT CONVERT(time, StartTime) AS ConvertedStartTime
FROM Employees;

Copy

Output

#2 Mengubah ke tipe data date time

Syntax

SELECT CONVERT (datetime, LastModified) AS ConvertedLastModified
FROM Employees;

Copy

Output

#3 Mengubah ke tipe data decimal

Syntax

SELECT CONVERT (decimal(10,2), Salary) AS ConvertedSalary
FROM Employees;

Copy

Output

#4 Mengubah ke tipe data integer

Syntax

SELECT CONVERT(int, Age) AS ConvertedAge
FROM Employees;

Copy

Output

#5 Mengubah ke tipe data varchar/string

Syntax

SELECT CONVERT (varchar(50), EmployeeID) AS ConvertedEmployeeID
FROM Employees;

Copy

Output

Contoh Penggunaan CONVERT SQL untuk Konversi Format Data 

#1 Mengubah Format Tanggal

Salah satu penggunaan paling umum dari fungsi CONVERT adalah untuk mengubah format tanggal. 

Misalnya, kita memiliki tabel Sales dengan kolom OrderDate yang berisi tanggal pemesanan dalam format 'YYYY-MM-DD'. Kita ingin mengubah format tanggal menjadi 'DD-MM-YYYY'. Berikut adalah contoh query SQL dan tampilan output-nya:

SELECT OrderDate, CONVERT(VARCHAR, OrderDate, 105) AS FormattedDate
FROM Sales;

Copy

Output yang dihasilkan:

Dalam contoh di atas, format tanggal 'YYYY-MM-DD' dari kolom OrderDate telah berhasil diubah menjadi format 'DD-MM-YYYY' dengan menggunakan fungsi CONVERT. 

#2 Mengubah Format Waktu

Misalkan kita memiliki tabel Orders dengan kolom OrderTime yang berisi waktu pemesanan dalam format 'HH:MI:SS'. Kita ingin mengubah format waktu menjadi 'HH:MI AM/PM'.

SELECT OrderTime, CONVERT(VARCHAR, CAST (OrderTime AS TIME), 100) AS Formé
FROM Orders;