Skip to content
Community
Free Courses
Programs
Career Transformation
Digital Marketing with AI
7 Months · Indonesia's #1 Rated Digital Marketing Program
Try Free Course
Data Analytics with AI
7 Months · Indonesia's #1 Rated Data Analytics Program
Try Free Course
Software Engineering with AI
8 Months · Learn to code smarter with AI and AWS
Try Free Course
University Certified
Institut Teknologi Bandung Data-Driven Decision Making
3 Months · Hybrid
Try Free Course
General Resources

Kenalan Sama Student Development Coordinator: Mentor Jobseeking Kamu di Revou!

Pepy dan Ucup, Student Development Coordinator (SDC) RevoU, mendampingi students dengan motivasi, feedback, dan strategi unik. Bersama SDC, perjalanan kariermu jadi lebih terarah hingga raih impian!

Kenalan Sama Student Development Coordinator: Mentor Jobseeking Kamu di Revou!

Kenalan Sama Student Development Coordinator: Mentor Jobseeking Kamu di Revou!



Belajar skill baru untuk karier baru itu nggak gampang. Kadang kamu bisa merasa overwhelmed sama materi, bingung ngerjain assignment, atau nggak pede waktu nyiapin CV dan portfolio.


Tapi kabar baiknya: di RevoU, kamu nggak pernah jalan sendirian. Ada sosok yang selalu siap nemenin, ngasih feedback, dan dukung kamu sepanjang perjalanan: Student Development Coordinator (SDC).


👉 Apa itu SDC?
SDC adalah mentormu selama di tahap Career Support RevoU (RevoU NEXT). Mereka jadi go-to person buat konsultasi tambahan, motivasi, atau bahkan sekadar curhat saat kamu stuck. Biasanya mereka akan:

  • Fasilitasi group atau 1-on-1 consultation

  • Bantu bikin job assets seperti CV, LinkedIn, dan portfolio.

  • Review assignment dengan feedback yang membangun.

Kali ini, yuk kenalan lebih dekat dengan dua SDC RevoU: Pepy Arif dan Muhammad Yusuf Guci yang udah bantu banyak students RevoU buat dapetin karier impian mereka!


Kenalan sama Pepy & Ucup:



Pepy:
Sebagai seorang ENFP sejati Pepy mengaku memang suka banget sharing, ngobrol, dan connect dengan banyak orang. Latar belakang kuliahnya sebenarnya kimia, tapi perjalanan karier membawanya untuk switch ke dunia Digital Marketing.


Sejak bergabung jadi SDC, Pepy mengaku hidupnya jadi lebih berwarna. Dia bisa berbagi pengalaman di dunia digital marketing, sekaligus punya banyak teman dan kenalan baru.


Bahkan, beberapa student yang ia dampingi sejak batch pertama sampai sekarang masih sering kontak dan bahkan hang out bareng di luar RevoU!



Ucup:

Perjalanan karier Ucup bisa dibilang penuh liku: mulai dari Sales otomotif, lalu jadi konsultan pendidikan, hingga CRM Officer.


Tapi saat merasa kariernya gitu-gitu aja dan mulai bersinggungan dengan digital marketing, Ucup memutuskan ikut Full-Stack Digital Marketing RevoU (FSDM).


Keputusan itu jadi titik balik besar. Setelah lulus, perlahan kariernya naik, hingga kini (3 tahun setelah lulus RevoU)  ia sudah menempati posisi Sr. Performance Marketing. Dari situ pula semangatnya untuk kembali ke RevoU lahir: ingin bantuin student lain yang sekarang ada di posisi yang dulu pernah ia alami.


Perjalanan Awal Menjadi Student Development Coordinator (SDC)


Pepy:

“Awalnya sih, aku tertarik karena pengen dapet duit tambahan buat jajan dan ngisi waktu luang malam-malam. Tapi pas jalanin, aku baru sadar kalo aku punya passion buat interact sama orang, share apa yang aku tau dari pengalaman pribadi, dan itu ternyata bikin aku happy banget!”


Sampai sekarang, Pepy sudah berhasil membantu lebih dari 20 student meraih karier impian mereka.



Ucup:
Buat Ucup, perjalanan jadi SDC justru berawal sejak masih jadi student.

“Teman-teman student lain kadang minta ajarin “gimana sih cup ngerjainnya?” mulai dari situ, aku ngerasa kayaknya asik deh ngajarin orang sambil sharing ilmu,” kenangnya.


Kini, setelah resmi jadi SDC, Ucup sudah mendampingi sekitar 15–20 student hingga berhasil mendapatkan pekerjaan baru.



Tantangan Jadi SDC


Pepy:
Buat Pepy, tantangan terbesarnya ada di sisi teknis. Sehari-hari sebagai marketer, ia lebih sering berkutat di strategi besar yang sifatnya holistik, bukan ke hal teknis yang mendetail sampai ke dashboard atau tools.

Sementara itu, banyak student yang justru datang dengan pertanyaan teknis.


“Kadang aku harus nanya dulu ke tim biar jawabannya tepat. Itu sih tantangan aku. Tapi justru bikin aku terus belajar hal baru juga!” jelasnya.


Ucup:
Kalau Ucup, tantangan terbesarnya justru ada di sisi psikologis student. Banyak yang datang dengan skill gap cukup besar, sehingga merasa minder dan sering mengeluh.


“Kebanyakan masih meraba-raba dan ngeluh. Padahal bisa banget dipoles biar lebih asoy lagi,” katanya.


Pengalaman Student yang Paling Berkesan


Pepy:
Student batch September 2024 jadi yang paling berkesan buat Pepy. Saat itu, para student menyiapkan kejutan untuknya di hari graduation mereka di Grand Indonesia.


Ada juga Diah Sally, yang berhasil mendapat pekerjaan setelah sesi mock interview dan bahkan mengirim gift sebagai ucapan terima kasih.


“Ini buatku ngerasa appreciated banget, happy dan bangga, ternyata dari sesinya bersamaku, ada hal yang bisa dia ambil untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya.” ujarnya.


Ucup:
Buat Ucup, nama Syafira Fitria Rahmadina jadi salah satu yang paling berkesan.


Alasannya? “Syafira tuh mau dengerin masukan, langsung dirubah apa yang perlu dirubah, gak muluk-muluk soal milih kerjaan yang penting nyari pengalaman dulu,” jelas Ucup.


Melihat usaha Syafira yang nggak main-main, Ucup sampai membantu presentasiin portfolionya ke user karena Syafira saat itu sedang di perjalanan!


“Gongnya? Dia langsung ditawarin untuk proses di tempat Mas Praya. Wah! Pertama banget nih Live Offer!


Sebagai ucapan terima kasih, Syafira mengirim pesan ini ke Ucup:



Cara SDC Jaga Motivasi Student


Pepy:
Bagi Pepy, kunci utama menjaga motivasi student ada di komunikasi yang konsisten.

“Aku selalu berusaha bikin suasana fun di setiap sesi, jadi mereka lebih nyaman buat share blocker, keluhan, atau isu yang dihadapi  Dengan cara itu, banyak  yang ngerasa aku approachable, jadi komunikasi jadi lebih lancar.”



Selain itu, Pepy juga aktif memantau progres tiap student. Kalau merasa ada yang mulai pasif atau berpotensi “hilang di tengah jalan,” ia akan segera mengajak ngobrol secara personal.


“Biasanya aku ajak 1-on-1 dan cari tahu apa yang bikin mereka kurang nyaman atau bingung. Aku coba bikin student merasa kalau SDC itu teman buat mereka sharing,” jelas Pepy


Ucup:
Sementara itu, pendekatan Ucup berbeda. Ia percaya bahwa setiap student punya gaya komunikasi sendiri, terutama mereka yang pendiam atau introvert.


“Biasanya yang pendiem itu chance untuk MIA lebih tinggi dibanding yang lain. Jadi aku harus build trust dulu dari awal,” ujarnya.


Caranya? Di sesi First 1:1, Ucup selalu berusaha set ekspektasi berdua sekaligus membuat suasana lebih cair.


“Aku pakai bahasa-bahasa yang mereka sukai biar nggak kaku. Coba jadi teman curhat juga. Kadang aku sharing ilmu sampai mereka bilang, ‘Oh gini ada ya ternyata? Oh gini bisa ternyata?’ Dari situ mereka jadi terus nanya, dan makin akrab deh,” jelasnya.



Dalam memantau progres, Ucup sangat terbantu dengan tools yang sudah disiapkan RevoU.


“Kebetulan di RevoU ada Weekly Student Progress sama Job Seeking Performance. Jadi kita bisa lihat status student udah apply ke mana aja, atau siapa yang harus diprioritaskan biar jangan sampai LOSS,” terangnya.


Kalau dari data terlihat ada yang struggling, Ucup biasanya langsung turun tangan.


“Untuk hasil grading assignment misalnya, aku kasih tahu kurangnya di mana. Kalau memang mereka nggak paham banget, aku ajak 1:1. Aku bilang, ‘Gini loh cara gampangnya.,” pungkasnya.


Strategi Unik SDC buat Bantu Students


Ucup
Kalau ditanya soal strategi unik, Ucup punya cara andalannya sendiri: mulai dari hal paling sederhana, bahkan gosip!


“Start from nge-gosip bareng! Student-student RevoU lebih suka hal yang simple. Gak ribet! Karena buat mereka baca assignment-brief pun udah pusing duluan,” katanya.


Biasanya, Ucup sengaja memulai obrolan dengan topik ringan di sesi internal yang lebih fleksibel. Dari situ, ia baru menyelipkan bahasan materi sedikit demi sedikit.


“Kalau udah merasa akrab, mereka lebih percaya diri buat nimbrung, bertanya, atau kasih ide. Jadi nggak monoton harus bahas materi melulu,” tambahnya.


Pepy
Sementara Pepy punya pendekatan berbeda. Ia lebih suka memberi tantangan kecil untuk mendorong student keluar dari zona nyaman.


“Aku kadang suka challenge student buat bisa extra miles, dan akan sedikit mendorong agar mereka bisa mengeluarkan seluruh potensinya,” jelasnya.


Kalau student berhasil mencapai target, Pepy punya cara manis untuk memberikan apresiasi.


“Biasanya aku kasih reward kecil, misalnya spill beberapa deck study case yang pernah aku kerjain. Itu bisa jadi benchmark mereka untuk bikin assignment atau bahkan persiapan interview,” katanya.


Dengan cara ini, student nggak cuma merasa didukung, tapi juga termotivasi buat selalu naik level.


Tipe Student yang Cepat (dan Lambat) Dapat Kerja


Pepy:
Menurut Pepy, student yang cepat dapat kerja biasanya proaktif, rajin mencari feedback, dan aktif melatih communication skill. “Student seperti itu biasanya butuh hanya sedikit dorongan aja agar cepet dapet kerja,” kata Pepy.


Sebaliknya, yang sulit berkembang adalah mereka yang pasif.


“Student yang berpikir bahwa dengan hanya mengikuti bootcamp ini, sudah guaranteed akan mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. Student yang hanya "Waiting for the stars to align" tanpa melakukan apapun.”


Ucup:
Senada dengan Pepy, Ucup bilang student yang sukses adalah mereka yang selalu ingat alasan kenapa ikut RevoU dan cepat mengeksekusi feedback.


“Yang susah biasanya yang batu! Udah dikasih insight tapi nggak diubah, maksa apply terus. Akhirnya pas interview banyak blunder. Kalau udah kayak gitu, ya sulit,” jelasnya.


Pesan untuk Student yang Lagi Galau Karier


Pepy:
Don't give up and keep pushing forward! Kalau lagi galau soal karier, ingat, it's never too late to start. I switched careers into digital marketing when I was 30, and it was definitely not too late. Jangan biarkan rasa lelah menghalangi, karena setiap langkah yang kita ambil, apalagi yang terbaik, pasti membawa kita lebih dekat ke tujuan. Keep doing your best, and trust the process, the results will come!


Ucup:
Jangan berlarut! Ucup pernah berlarut sampe 2 tahun nganggur! Selagi berusaha, engga ngeluh, belajar dari kesalahan, aktif diskusi, titik terangnya pasti ada. Banyak source yang bisa dijadikan alat pembelajaran. Jangan merasa, apa-apa susah, apa-apa engga bisa. BISA kata gue! Lo nya mau apa engga?! Dan semua engga ada yang instant.  SEMANGAT!”


Dengan dukungan SDC seperti Pepy dan Ucup, perjalananmu di RevoU jadi jauh lebih terarah. Kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga dapet motivasi, feedback, dan support nyata untuk mencapai karier impianmu.


👉 Siap memulai perjalananmu dengan support penuh dari SDC? Yuk coba dulu RevoU Mini Course (MC) GRATIS!

  1. RevoU Data Analytics Mini Course

  2. RevoU Digital Marketing Mini Course

  3. RevoU Software Engineering Coding Camp