Bagi seorang profesional berpengalaman, memahami teknologi hanyalah setengah dari perjuangan. Tantangan terbesarnya justru terletak pada mengeksekusi teknologi tersebut agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi organisasi tanpa membuat alur kerja menjadi rumit.
Hal inilah yang dirasakan oleh Daffa Syammary. Memiliki latar belakang di bidang IT membuatnya familiar dengan perkembangan artificial intelligence dan otomasi sejak lama. Namun, ada satu area penting yang masih menyisakan gap: bagaimana menjembatani antara kebutuhan strategis bisnis dengan mengeksekusi sistem di lapangan.
"Saya sebenarnya background IT, jadi AI dan automation sudah kenal dari tahun lalu. Tapi justru dari sisi IT sendiri masih kurang terpapar bagaimana proses otomasi dan implementasinya di industri secara nyata. Saya mencari penengah antara sisi bisnis dan sisi IT," tutur Daffa.
Mencari program yang tidak sekadar jualan teori, Daffa memutuskan untuk mendaftar di program kolaborasi ITB x RevoU: Data-Driven & AI Decision Making for Leaders.
Bagaimana Daffa memanfaatkan perpaduan wawasan akademis dan praktik industri ini untuk merapikan eksekusi teknologi di organisasinya? Mari kita simak kisahnya!
Menjembatani Sisi Bisnis & Sisi IT Lewat Kolaborasi Akademisi-Praktisi
Meskipun sudah akrab dengan lanskap teknologi, Daffa membutuhkan framework yang bisa membantunya melihat gambaran besar penerapannya di dunia kerja nyata.
"Yang saya cari sebenarnya bukan sekadar teorinya, tetapi bagaimana implementasinya di industri secara nyata. Di program ini, saya melihat ada ITB dari sisi akademisi dan ada RevoU dari praktisi industrinya juga. Setelah melihat kurikulum dan materinya menarik, akhirnya saya memutuskan untuk langsung ikut tanpa menunda," cerita Daffa.
Sinergi antara kedalaman akademis ITB dan keahlian praktis para profesional RevoU menjadi alasan kuat Daffa untuk langsung berinvestasi pada pengembangan dirinya.
Value Terbesar: Dari Rencana Menjadi Eksekusi yang Terstruktur
Di banyak perusahaan, kegagalan adopsi teknologi baru jarang disebabkan oleh kurangnya perencanaan. Masalah utamanya hampir selalu ada pada tahap eksekusi di mana terlalu banyak pemangku kepentingan yang terlibat hingga membuat keputusan menjadi tidak rapi. Bagi Daffa, insight terbesar yang diperolehnya dari program ini justru melampaui sekadar penggunaan tools AI.
"Sering kali di organisasi, rencananya sudah matang, tapi saat implementasi terlalu banyak orang yang ikut mengambil keputusan sehingga pelaksanaannya kurang rapi. Program ini membantu saya melihat bagaimana mengorganisasi proses execution, pengelolaan data, sampai implementasinya agar lebih terstruktur. Dan pendekatan ini bisa diterapkan untuk implementasi IT secara keseluruhan," jelas Daffa.
Melalui pemahaman data management dan execution framework yang dipelajari, Daffa kini memiliki panduan yang jelas untuk menjaga agar implementasi teknologi tetap selaras dengan arah bisnis.
Strategi Efisiensi: Mengombinasikan Tools Pribadi dan Sistem Pembelajaran
Sebagai seorang profesional yang haus akan efisiensi, Daffa memiliki pendekatan taktis dalam menyelesaikan setiap milestone dan capstone project selama program.
Untuk menguji gagasan dan menyusun kerangka kerja awal dengan fleksibel, Daffa memanfaatkan AI personalnya terlebih dahulu. Setelah konsepnya terbentuk, ia kemudian memvalidasi pekerjaan tersebut di sistem Learning Hub untuk mendapatkan umpan balik struktur yang lebih formal.
Strategi ini memungkinkannya tetap bergerak cepat tanpa kehilangan arah dari standar ilmiah dan standar industri yang ditetapkan oleh ITB dan RevoU.
Pelajaran untuk Organisasi: Kunci Sukses Ada pada Gambar Utuh Eksekusi
Bagi para manajer maupun praktisi yang ingin membawa AI ke dalam operasional tim, Daffa menekankan pentingnya memahami contoh implementasi nyata (base scenario) daripada sekadar menghafal teori teknis.
Bagi Daffa Syammary, program ITB x RevoU bukan hanya tempat memperbarui pengetahuan teknologi, melainkan sebuah jembatan strategis yang membantunya mengubah kerumitan IT menjadi keputusan bisnis yang rapi, terukur, dan tepat sasaran.
Ingin Tingkatkan Efisiensi Bisnis & Decision Making Tim Kamu Seperti Daffa?
Siap membawa eksekusi produk dan keputusan bisnis kamu ke level berikutnya tanpa harus menambah beban headcount?
Bergabunglah di program Data-Driven & AI Decision Making for Leaders kolaborasi ITB x RevoU. Pelajari framework pengambilan keputusan berbasis data, otomasi alur kerja tingkat lanjut, dan langsung terapkan pada studi kasus nyata perusahaanmu!
Data-Driven & AI Decision Making for Leaders