Skip to content
Free Courses
Programs
Career Transformation

Build the skills employers are hiring for now

Digital Marketing with AI

7 Months · Indonesia's #1 Rated Digital Marketing Program

Try Free Course
Data Analytics with AI

7 Months · Indonesia's #1 Rated Data Analytics Program

Try Free Course
Software Engineering with AI

8 Months · Learn to code smarter with AI and AWS

Try Free Course
Career Advancement New

For experienced professionals moving up

Strategic HR with AI

4 Months · Online · Taught by senior HR leaders

Try Free Course
University Certified

Earn recognized credentials from top universities

Applied AI, Analytics & Automation

With Binus University · 3 Months · Hybrid

Try Free Course
AI & Data-Driven Decision Making for Leaders

With Institut Teknologi Bandung · 3 Months · Hybrid

Try Free Course
Applied Cybersecurity with AI

With Binus University · 3 Months · Hybrid

Try Free Course
Back to Alumni Stories
Mantan HRGA Sukses Switch Career Jadi Brand & Marketing Associate Setelah Kena Ghosting 100 Lamaran
Digital Marketing career-switcher-23-29

Mantan HRGA Sukses Switch Career Jadi Brand & Marketing Associate Setelah Kena Ghosting 100 Lamaran

Setelah 100 lamaran diabaikan, Alexa berhenti apply. Berbekal ilmu Full-Stack Digital Marketing RevoU dan saran SDC-nya, ia rajin posting konten di LinkedIn — hingga direkomendasikan HR dan diterima sebagai Brand & Marketing Associate.

Mengirimkan puluhan hingga ratusan lamaran kerja tanpa pernah mendapat panggilan wawancara sering kali menjadi fase paling menguras kewarasan bagi para pencari kerja. Kondisi buntu ini sempat dialami langsung oleh Alexandra Priscilia, atau yang akrab disapa Alexa. Di tengah rutinitas padatnya bekerja sebagai staf Human Resources & General Affairs (HRGA), impiannya untuk banting setir (career switch) ke dunia kreatif digital sempat menemui jalan buntu.

Ia telah menyentuh angka 100 pada tabel job tracker pribadinya, namun nihil hasil. Jika kebanyakan orang mungkin akan menyerah atau menyalahkan kondisi pasar kerja, Alexa justru memilih merombak total strateginya. Ia berhenti mengemis panggilan dari portal lowongan kerja konvensional. Lewat taktik jitu personal branding yang ia pelajari di RevoU, pintu karier impiannya justru terbuka lebar.

Tepat di minggu ke-15 program bimbingan kariernya, tanpa perlu repot-repot menyodorkan lamaran lagi, Alexa justru dihubungi langsung oleh para profesional. Ia resmi dipinang sebagai Brand & Marketing Associate di Power Character Group (Personix).

"Prinsipku simpel: I believe in working with passion, but always with a plan. Aku nggak mau memaksakan ego demi ngejar passion tanpa taktik yang jelas. Moto hidupku itu 'Keep Swimming, Keep Learning'. Kalau satu pintu tertutup rapat, ya cari jalan lain, bukan malah maksa dobrak pintu yang sama," ungkap Alexa.

Bagaimana perjalanan inspiratif Alexa membagi konsentrasi antara bekerja sebagai HRGA dan ambisi mengejar ilmu digital marketing, hingga sukses memikat hati pengambil keputusan bisnis tanpa perlu apply lowongan? Mari kita telusuri kisahnya!

Menjaga Nyala Impian Di Tengah Rutinitas Bekerja

"Fotbar after nggak tidur semalaman demi ngerjain tugas — paginya langsung presentasi." Siang buat kerja, malam dan subuh buat belajar.

Langkah awal karier Alexa selepas mengenyam pendidikan tinggi berlabuh sebagai staf HRGA. 

Namun, jauh di dalam benaknya, minat utamanya tidak pernah luntur: dunia media sosial, kurasi konten kreatif, dan strategi tren visual. Ia ingin menjadi seorang Digital Marketer.

"Pekerjaanku memang HRGA, tapi aku nggak pernah melupakan mimpiku. Siang hari aku totalitas berdedikasi untuk urusan kantor, tapi malam dan subuh adalah waktuku belajar digital marketing. I want it, I got it, walaupun aku sadar butuh pengorbanan waktu istirahat yang luar biasa."

Menyadari bahwa belajar otodidak hanya akan membuatnya meraba-raba tanpa struktur, Alexa memutuskan untuk mencari kendaraan yang tepat. Ia pun berinvestasi waktu dan energi dengan mendaftar di program Full-Stack Digital Marketing (FSDM) RevoU untuk membangun fondasi keterampilan yang terarah.

Giliran pertama presentasi di week 8, sesi Social Media Organic. Titik awal Alexa belajar bikin konten berbasis riset, bukan insting.

Sempat Kena Ghosting 100 Lamaran, Alexa Tempuh Strategi Baru

Setelah lulus dari materi kelas, Alexa memasuki fase persiapan kerja di RevoU NEXT. Dengan energi besarnya, ia secara mandiri mendata setiap lowongan yang ia lamar ke dalam tabel pelacakan pribadi. Namun, hari berganti hari, notifikasi email balasan tak kunjung berdering. Saat baris tabel lamarannya menyentuh angka 100, ia pun dihantam realitas pahit.

Pertemuan pertama dengan grup di RevoU NEXT — fase persiapan kerja, sebelum tabel job tracker-nya menyentuh angka 100.

"Jujur, waktu itu aku ngerasa hopeless, capek, dan draining banget. Tapi aku berpikir logis aja, kalau aku udah lakuin cara A sebanyak 100 kali dan gagal, berarti ada yang salah dengan pendekatannya. Mengulang hal yang sama nggak akan ngasih hasil berbeda," ceritanya.

Menolak menyerah pada keadaan, Alexa memaksimalkan akses konsultasi intensif bersama Student Development Consultant (SDC) RevoU. Dari percakapan panjang dengan SDC-nya, Kak Ucup, ia menemukan sudut pandang baru yang mematahkan kebuntuannya: di tengah lautan kandidat dengan CV yang seragam, seorang pelamar harus berani bersuara dan menunjukkan kompetensinya di ruang publik.

Rajin Posting di LinkedIn Membuka Pintu Menuju Pekerjaan Impian

Berbekal saran dari mentornya, Alexa menyusun ulang strategi pendekatannya. Ia tidak lagi duduk pasif menunggu dibukanya lowongan pekerjaan. Ia memilih jalur taktis (inbound approach) dengan mengubah semua catatan belajarnya selama di RevoU menjadi konten yang bermanfaat bagi profesional lain.

Tiga taktik utama yang dieksekusi Alexa:

  • Mengemas Pengetahuan Menjadi Solusi: Ia menyusun rangkuman tren social media, panduan kurasi konten, dan insight digital marketing menjadi grafis serta tulisan yang menarik untuk diunggah ke LinkedIn dan Instagram.

  • Melibatkan Komunitas untuk Validasi: Sebelum kontennya tayang, Alexa tidak ragu meminta masukan langsung dari grup komunitas alumni RevoU. Dari sana, ia mendapat kritik konstruktif untuk mempertajam tulisannya, sekaligus dukungan moral berupa like dan repost.

  • Membangun Etalase Portofolio: CV-nya tidak lagi hanya tersimpan dalam lampiran email, melainkan menjadi karya nyata yang bisa langsung dinilai oleh siapa saja yang mengunjungi profilnya.

Ngumpul-ngumpul alumni di kantor RevoU. Komunitas inilah yang mengoreksi draf konten Alexa sebelum tayang, sekaligus membantu distribusinya.

"Aku butuh waktu seminggu penuh mikirin dan mendesain postingan pertama itu, lengkap dengan bolak-balik revisi sama Kak Ucup. Awalnya ragu, tapi ternyata respons dari jejaring alumni suportif banget. Mereka ngebantu distribusi kontenku sampai profilku dapet exposure lumayan tinggi," kenang Alexa.

Dipinang Perusahaan Lewat Rekomendasi Networking

Keputusannya untuk "pamer karya" secara strategis terbukti sangat ampuh. Sebuah postingan edukatif yang ia unggah berhasil mencuri perhatian seorang HR dari perusahaan agen properti besar. Tanpa melalui portal job portal, HR tersebut mengirim pesan pribadi (Direct Message) di LinkedIn untuk langsung menawarinya posisi Social Media Specialist.

Walaupun secara teknis tawaran di perusahaan properti itu tidak berlanjut, profil profesional Alexa terlanjur meninggalkan kesan positif yang mendalam. Sang HR secara cuma-cuma justru merekomendasikan profil Alexa ke koleganya di eksekutif Power Character Group.

Jalur undangan khusus (referral) ini membuat proses rekrutmen melesat cepat:

  1. Tes Karakter Presisi: Alexa menjalani asesmen kecocokan kepribadian untuk menilai keselarasannya dengan nilai budaya perusahaan.

  2. Wawancara Direksi Langsung: Ia memaparkan visi pengelolaan konten strategisnya tanpa harus melewati lapis screening awal yang berbelit.

  3. Surat Penawaran Tiba: Kurang dari satu minggu setelah wawancara direksi, offering letter pun mendarat di kotak masuknya.

"Ini bukti nyata kalau sharing edukasi di LinkedIn itu ampuh. Aku bisa dihubungi duluan, bukan karena apply, tapi karena ada yang ngeliat karyaku dan ngerekomendasiin aku ke network mereka."

Kini Bekerja Sesuai Passion

Setelah acara CBC (Certified Behavior Consultant) di Power Character Group — kantor yang meminangnya tanpa perlu mengirim satu lamaran pun.

Kini di Power Character Group (Personix), perusahaan yang berfokus pada pengembangan dan edukasi karakter, Alexa menjalankan peran Full-Stack Digital Marketer sesungguhnya. Ia tak hanya menyusun content plan dan menulis script, tapi juga tampil sebagai talent utama video pendek, mengelola anggaran iklan di Meta Ads, hingga membimbing tim editor baru yang ia pimpin.

Lebih dari itu, kecakapannya dalam public speaking turut membuka pintu karier ekstra: ia sering diterjunkan sebagai trainer karakter, memandu berbagai sesi pengembangan diri untuk audiens muda dan profesional.

"Dulu sebelum masuk RevoU, aku cuma bikin konten berdasar insting, mana yang lucu dan sesuai seleraku aja. Tapi semenjak ditempa di RevoU, aku belajar gimana ngebangun komunikasi konten berbasis riset persona audiens dan brand identity. Hasilnya jauh lebih tajam dan align sama target market kantorku sekarang."

Membawakan sesi training PPDU untuk siswa SMK. Kecakapan public speaking-nya membuka peran ekstra sebagai trainer karakter.

Pesan Alexa: Keep Swimming, Keep Learning

Sebagai penutup perjalanan transformasinya dari seorang HRGA menuju meja kreatif digital, Alexa menitipkan pesan hangat yang sangat relevan bagi siapa pun yang sedang merasa terjebak dalam fase cari kerja:

"Buat teman-teman yang mungkin sedang capek karena melamar ke sana kemari belum ada hasil, keep swimming, keep learning. Ingat, ada banyak jalan menuju Roma. Kalau metode konvensional nggak berhasil, beranilah beralih strategi. Mulailah sharing. Pamer ilmu itu nggak selamanya buruk; itu adalah bukti ke publik kalau kamu memang menguasai apa yang kamu bicarakan. Percayalah, usahamu untuk menembus batas nggak akan pernah mengkhianati hasil akhirnya."

Siap Menjadi Magnet bagi Rekruter seperti Alexa?

Tidak peduli seberapa jauh latar belakang pekerjaanmu saat ini, kamu memiliki kesempatan yang sama untuk beralih arah menuju industri digital. Bekali dirimu dengan ilmu digital marketing komprehensif, bimbingan karier khusus, dan komunitas suportif yang akan membantumu membangun portofolio yang dilirik oleh hiring manager.

Daftar program Full-Stack Digital Marketing RevoU dan ubah caramu menemukan peluang karier baru!