Menempuh pendidikan kedokteran membutuhkan waktu bertahun-tahun, biaya yang tidak sedikit, dan dedikasi luar biasa. Karena itulah, profesi dokter kerap dianggap sebagai "titik aman" yang hampir mustahil ditinggalkan begitu saja. Banyak orang akan merasa sangat sayang melepaskan gelar bergengsi tersebut demi memulai sesuatu dari nol.
Namun bagi dr. Rifky Kurniawan Putra, status mapan bukan alasan untuk berhenti mengejar potensi diri. Melihat pesatnya perkembangan industri teknologi dan merasa ritme kesehariannya mulai monoton, ia mengambil keputusan berani yang jarang diambil orang: switch career dari seorang dokter umum menjadi Product Manager di PT Wiratek Solusi Asia.
"Banyak orang merasa sayang dengan waktu dan gelar yang sudah ditempuh kalau harus banting setir. Tapi prinsipku, kita tidak pernah tahu kesempatan apa yang menunggu di masa depan. Jika ada kesempatan untuk maju, ambillah. Ilmu tidak akan pernah hilang dan gelar tidak akan pudar. Tidak ada yang perlu disayangkan ketika sebuah perubahan memang dibutuhkan," tegas Rifky.
Bagaimana cerita di balik keputusan berani seorang dokter menukar stetoskop dengan dunia teknologi, hingga berhasil memimpin inovasi produk berbasis kecerdasan buatan (AI)? Mari kita bedah perjalanannya.
Titik Jenuh di Ruang Praktik dan Keputusan untuk Belajar Lagi
Karier medis dr. Rifky berjalan semestinya sebagai dokter umum. Namun, di sela-sela melayani pasien, ia selalu menaruh minat pada dunia teknologi informasi. Ia melihat industri digital bukan hanya bergerak cepat, tetapi juga menawarkan fleksibilitas dan jenjang karier yang membuka setiap kemungkinan baru.
Rasa penasaran itu mencapai puncaknya ketika rutinitas harian mulai terasa berulang tanpa tantangan baru. Alih-alih membiarkan rasa penasarannya menguap, Rifky memilih mengujinya lewat langkah konkret: mencoba RevoU Mini Course, hingga akhirnya berkomitmen penuh mendaftar di program Full-Stack Software Engineering (FSSE) RevoU Batch Februari 2025.
Bagi Rifky, terjun ke kelas koding bukan sekadar mencari hobi baru, melainkan persiapan serius untuk membangun fondasi teknis sebelum benar-benar beralih profesi.
Culture Shock dalam Proses Belajar & Switch Career
Sebagai seseorang yang terbiasa berhadapan dengan literatur medis dan interaksi klinis, masuk ke dunia rekayasa perangkat lunak tentu membawa gegar budaya tersendiri. Namun, alih-alih merasa asing, Rifky justru menemukan kemiripan mendasar antara diagnosa medis dan pemrograman.
"Secara logika penyelesaian masalah (problem-solving), polanya sebenarnya mirip. Dokter mendiagnosa penyakit dari sekumpulan gejala pasien, sementara engineer mencari akar masalah dari bug atau kebutuhan sistem. Perbedaan terbesarnya hanya terletak pada sudut pandang eksekusinya yang sangat berlawanan."
Kemampuan menganalisis masalah secara terstruktur yang ia bawa dari bangku kedokteran membantunya menyerap konsep logika algoritma, arsitektur database, dan pengembangan aplikasi web selama masa belajarnya di RevoU.
Tantangan Usia dan Latar Belakang Non-IT di Pasar Kerja

Memasuki fase persiapan karier di RevoU NEXT, kenyataan sebagai seorang career switcher mulai terasa nyata. Mencari pekerjaan di industri teknologi dengan latar belakang medis dan usia yang matang bukanlah jalan yang instan.
Rifky secara konsisten mengirimkan lamaran pekerjaan setiap pekan. Ia sempat membidik peluang kerja jarak jauh (remote) hingga lowongan di luar negeri, sebelum akhirnya memutuskan fokus pada perusahaan teknologi di Indonesia yang relevan.
Salah satu pintu yang ia ketuk adalah posisi Junior Full-Stack Engineer di PT Wiratek Solusi Asia.
Dari Melamar Posisi Junior Developer, Langsung Ditawari Jadi Product Manager
Momen krusial terjadi setelah sesi wawancara bersama tim HR selesai. Pihak manajemen melihat sesuatu yang jauh lebih bernilai dibanding sekadar kemampuan koding pemula: keahlian klinis medis yang dipadukan dengan pemahaman teknis perangkat lunak.
Kombinasi langka ini langsung membawa Rifky ke hadapan Direktur PT Wiratek Solusi Asia.
"Saat bertemu langsung, tawaran Product Manager langsung dilontarkan di tempat. Aku kaget banget karena awalnya melamar di ranah junior engineer, tapi malah langsung ditawari posisi manajerial. Sempat khawatir karena alur kerja PM sangat berbeda dengan menulis kode seharian. Namun, dengan pertimbangan bahwa aku mampu menjembatani sisi klinis dan teknis, aku beranikan diri untuk mengambil tantangan tersebut."
Perusahaan menyadari bahwa mencari Product Manager untuk produk teknologi kesehatan (healthtech) yang paham bahasa dokter sekaligus bahasa software engineer adalah hal yang sangat sulit dan dr. Rifky adalah jawaban tepat atas kebutuhan tersebut.
Menjembatani Dunia Dokter dan Tim IT Lewat Clinical AI
Kini di Wiratek Solusi Asia, peran dr. Rifky sebagai Product Manager berfokus pada pengembangan produk inovatif bernama Heivo (@heivo.ai), sebuah sistem voice-based clinical AI yang dirancang untuk mengotomasi dokumentasi medis dokter.
Latar belakang gandanya sebagai dokter dan tech-talent menjadi kunci utama keberhasilan produk:
Memahami Beban Nyata Tenaga Medis: Ia tahu betul betapa melelahkannya mengetik laporan medis manual saat menghadapi pasien, yang sering kali mengurangi kontak mata dan empati dokter.
Menerjemahkan Kebutuhan ke Bahasa Teknis: Ia mampu menyusun product requirement document (PRD) yang presisi agar tim software engineer memahami logika alur kerja klinis di rumah sakit.
"Kombinasi ini menutup gap di antara keduanya. Ketika ada celah teknis yang tidak terlihat oleh pengguna medis, aku bisa menjelaskan secara teknis. Sebaliknya, saat tim teknis tidak memahami urgensi alur klinis, aku bisa memberi sudut pandang dari sisi dokter. Lewat Heivo, kami ingin empati dokter ke pasien bisa tersampaikan penuh tanpa terbebani dokumentasi administratif."
Pesan dr. Rifky: Jangan Takut Kehilangan Gelar Demi Sebuah Perubahan
Menutup lembar transformasinya dari seorang dokter umum menjadi Product Manager di sektor HealthTech, dr. Rifky menitipkan pesan penting bagi para profesional yang ingin banting setir:
"Jangan takut melangkah hanya karena merasa rugi dengan apa yang sudah kamu capai di masa lalu. Pendidikan dan pengalamanmu tidak akan pernah sia-sia; semua itu akan menjadi nilai tambah unik di tempat barumu nanti. Ketika perubahan karier itu memang kamu butuhkan untuk terus bertumbuh, ambil kesempatannya dan maksimalkan!"
Tertarik Switch Career ke Industri Teknologi?
Apapun profesi dan latar belakang pendidikanmu saat ini, dunia teknologi selalu membutuhkan perspektif unik untuk menyelesaikan berbagai masalah nyata. Bekali dirimu dengan keterampilan teknis yang teruji, portofolio riil, dan bimbingan karier terarah bersama RevoU.
Mulai langkah transformasi kariermu sekarang!