Lahir dari keluarga sederhana dengan keterbatasan ekonomi sering kali membuat seseorang merasa garis awalnya tertinggal jauh. Saat anak-anak lain menghabiskan masa kecil dengan bermain tanpa beban, Ahmad Dzaky Musthofa sudah terbiasa memutar otak demi mencari uang jajan sendiri, mulai dari berjualan, membantu ayahnya menjadi kuli bangunan, hingga memulung botol plastik bekas agar bisa membayar biaya sewa komputer di warnet.
Kini, kerja keras dan mental baja yang ditempa sejak kecil berbuah manis. Di tengah statusnya yang masih menempuh studi D3 Informatika sambil bekerja penuh waktu, Dzaky sukses mencatatkan lompatan karier internasional, resmi diterima sebagai Quality Assurance (QA) Engineer di FWD Singapore Pte. Ltd.
"Motivasi terbesarku adalah ingin lebih sukses daripada orang tua dan membahagiakan keluarga. Jangan pernah menyerah apalagi berlindung di balik kata 'kalah sama yang punya ordal'. Terus investasi leher ke atas, bangun relasi, dan siapkan portofolio. Itu kunci nyata untuk meraih karier yang lebih baik," tegas Dzaky.
Bagaimana strategi Dzaky membagi waktu antara kuliah, kerja, dan bootcamp intensif, hingga berhasil menembus pasar kerja luar negeri di tengah terbatasnya lowongan teknologi di kota asalnya?
Ritme Tanpa Henti: Bangun, Kerja, Kuliah, Belajar, dan Ulangi
Perjalanan Dzaky membekali diri dengan keahlian digital dimulai saat ia bekerja sebagai Fleet Analyst. Sadar bahwa ia membutuhkan peningkatan keahlian yang sejalan dengan jurusan D3 Informatika yang sedang ditempuhnya, Dzaky memutuskan mendaftar di program Full-Stack Data Analytics RevoU.
Saat itu, beban tanggung jawab di pundaknya sudah menumpuk. Ia harus menyelesaikan tugas akhir (skripsi) kuliah, menjalankan jam kerja harian di kantor, dan mengikuti kurikulum bootcamp yang padat.
"Awalnya aku kira bootcamp online ritmenya santai, ternyata sangat intensif dan melaju cepat. Keseharianku praktis cuma bangun, kerja, kuliah, belajar materi RevoU, tidur, lalu diulang setiap hari. Capek dan banyak mengorbankan waktu pribadi, tapi aku bertekad semuanya harus tuntas."

Tantangan Pasar Kerja Batam dan Lamaran Luar Negeri
Tinggal di Batam menghadirkan tantangan tersendiri bagi pencari kerja di bidang teknologi informasi. Pasar tenaga kerja lokal didominasi oleh sektor industri manufaktur dan pabrik, sehingga posisi white-collar seperti Data Analyst tergolong sangat minim.
Menyadari keterbatasan ekosistem lokal, Dzaky tidak berpasrah diri. Ia mengubah arah bidikannya: memperluas target pencarian kerja ke skema kerja jarak jauh (remote) dan pasar luar negeri (overseas).
Modal keberaniannya didukung oleh kepercayaan diri berbahasa Inggris yang telah terbiasa ia gunakan saat berinteraksi dengan rekan kerja asal Australia di tempat kerja sebelumnya.

Proaktif di RevoU NEXT: Berani Gagal demi Mendapat Masukan Berharga
Ketika memasuki fase persiapan karier di RevoU NEXT, jalan yang ditempuh Dzaky tidak langsung mulus. CV yang baru diperbarui sempat sepi respons dari pihak rekruter. Alih-alih patah arang, Dzaky memilih mengevaluasi diri secara menyeluruh.
Ia dikenal sebagai salah satu peserta paling berani dan inisiatif:
Mengkonsultasikan kebingungannya secara intensif kepada Student Development Coordinator (SDC) dan Career Coach.
Maju pertama kali sebagai sukarelawan dalam sesi simulasi wawancara (interview practice) langsung di hadapan rekan-rekan sekelasnya.
Merombak profil dan cara penulisan CV berdasarkan perspektif penilaian HR profesional.
"Keberanian itu datang karena aku merasa rugi kalau kesempatan belajar dilewatkan. Kalaupun gagal, aku justru dapat masukan (feedback) yang bagus untuk memperbaiki diri," kenang Dzaky.
Menghubungkan Keahlian Data ke Posisi QA Engineer di Singapura
Peluang emas datang saat Dzaky melihat lowongan di LinkedIn dari FWD Singapore Pte. Ltd. Menerapkan taktik job seeking yang dipelajari di RevoU NEXT, ia tidak hanya memasukkan berkas, melainkan berinisiatif menghubungi langsung (reach out) HR perusahaan melalui pesan profesional hingga profilnya mendapat perhatian khusus.
Masuk ke tahap wawancara teknis, Dzaky mampu meyakinkan tim rekruter bahwa kemampuan analitik data yang ia miliki sangat relevan (transferable) untuk peran Quality Assurance Engineer:
Ketelitian Ekstrem: Mengaitkan kebutuhan uji perangkat lunak dengan pengalamannya melakukan data cleaning di RevoU (memeriksa anomali data, nilai yang hilang, hingga data duplikat).
Keahlian Teknis: Memanfaatkan penguasaan SQL untuk skenario pengujian basis data (database testing).
Pemahaman Bisnis: Menunjukkan pemahaman alur sistem dan kebutuhan klien (client requirement), termasuk adaptasi cepat dalam memahami model bisnis asuransi.
Kombinasi ketajaman logika, kesiapan mental wawancara berbahasa Inggris, dan portofolio berbasis proyek nyata mengantarkan Dzaky mengamankan surat penawaran kerja (offering letter) dari perusahaan finansial bergengsi tersebut.

Kunci Menembus Batas: Investasi Leher ke Atas
Kisah Dzaky membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang ekonomi, jenjang pendidikan diploma, maupun domisili di luar kota besar bukanlah penghalang untuk bersaing di tingkat global.
Dengan kemauan belajar yang tinggi, mentalitas proaktif menyerap masukan, serta persiapan portofolio yang teruji, peluang karier terbaik di industri teknologi selalu terbuka bagi siapa saja yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.
Siap Dobrak Batasan dan Bersaing di Panggung Global?
Latar belakang ekonomi, jenjang pendidikan, maupun domisili bukanlah penentu batas akhir kariermu. Selama kamu mau terus berinvestasi pada kemampuan diri (skill), membangun portofolio yang teruji, dan proaktif memanfaatkan peluang, pintu karier internasional selalu terbuka lebar.
Kuasai keahlian data masa depan dan dapatkan bimbingan persiapan karier terarah bersama RevoU.
👉 Mulai langkah transformasi kariermu sekarang!